Mengungkap Teka-teki BIOS

|

Banyak pengguna yang tidak menyadari pentingnya BIOS. Padahal, dari sini kita dapat mengkonfigurasikan sistem dasar untuk bekerja dengan cepat dan aman. penulis akan menunjukkan, bagaimana Anda dapat mengkonfigurasi BIOS yang optimal.
Sebagian besar keluhan pengguna PC kebanyakan hampir sama: Proses booting komputer yang terlalu lamban, hard disk-nya lumpuh, serta tampilan grafik yang bergoyang-goyang ketika memainkan game. Tidak heran, pada sistem PC yang baru, penulis mendapatkan konfigurasi BIOS yang umumnya konservatif. Bahkan, kadang-kadang tidak cocok dengan komponen yang terpasang. Langkah fine-tuning secara manual tentunya dapat membantu mengatasinya. Namun masalahnya, banyak pengguna tidak berani masuk dan mengutak- atik BIOS.
Memang mudah untuk masuk ke dalam menu BIOS, tekan saja tombol [Esc] saat booting (bervariasi, tergantung tiap PC, baca buku manual motherboard Anda). Banyak pengguna cepat kehilangan orientasi dan beresiko melakukan tuning terlalu jauh. Akibatnya, PC tidak mau dihidupkan, atau lagi-lagi crash. Untuk menghindarinya, tip berikut ini akan memberi gambaran dan panduan yang tepat untuk tuning BIOS.
Semuanya dapat dilakukan dengan 3 langkah mudah: Pertama optimalkan konfigurasi dasar, agar PC berfungsi dengan aman dan PC dapat diboot lebih cepat. Berikutnya tingkatkan kecepatan, di mana keamanan sistem masih terjamin. Tingkat 3, injak gas dan operasikan PC pada batas maksimalnya!
Resep jitu untuk menghindari kesalahan adalah: Hindari untuk mengubah lebih dari satu parameter dalam BIOS.Kemudian, boot PC dan amati apa yang terjadi. Apabila PC masih juga crash, batalkan perubahan dan lakukan perubahan di parameter yang lain. Jika setting BIOS sudah tak terkendali, setiap saat Anda dapat mengembalikan ke konfigurasi yang aman dengan mengaktifkan Load Setup Default’.
Untuk artikel ini, penulis menggunakan motherboard Athlon ASUS A7VC266 yang baru. penulis akan memperlihatkan, bagaimana motherboard ini ditingkatkan kecepatannya secara bertahap. A7VC266 ini dipilih, karena BIOS Award-nya menyediakan beberapa kemungkinan setting baru. Walaupun Award telah membeli produsen BIOS Phoenix, tampilan pengoperasiannya tetap berbeda, meski kebanyakan setting BIOS-nya semakin mirip. Oleh karena itu, sebagian besar tip yang PENULIS berikan dapat diaplikasikan juga pada BIOS AMI dan Phoenix.
Semua tip berikut juga bisa digunakan pada mainboard P-III dan P4 dengan chipset VIA. Akan tetapi, harus selalu diingat bahwa pada board ber-chipset Intel dan RDRAM (Rambus), Anda tidak dapat mengubah timing. Timing Rambus yang eksak antara chipset pada motherboard serta penulis memori pada modul RAM tidak dapat diubah.


0 komentar: